Anak

Anak

Screen time dan pemberian jeda yang seimbang bisa menyelamatkan anak dari berbagai dampak buruk akibat belajar on-line. Dalam hal ini, orang tua dan guru memiliki peran penting dalam merealisasikannya. Memadukan pekerjaan dan pendampingan belajar anak di rumah ternyata lebih menantang daripada hari-hari biasa. “Biasanya kan setelah antar anak di sekolah, kami sibuk dengan aktivitas bekerja masing-masing. Kami harus memutar otak mencari aktivitas baru supaya anak-anak tidak bosan,” ujar Rina.

Dengan mengerjakan tugas, siswa akan terpacu untuk mengerjakannya hingga selesai. Apabila tidak dikerjakan, pastinya ada konsekuensi yang bisa didapatkan seperti nilai menjadi jelek, hukuman tidak mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. Konsekuensi tersebut harus anda terima jika tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru anda.

Tak hanya itu saja, tidak adanya mannequin yang bisa kita contoh juga bisa menjadi penyebab. Ketika kita belajar di kelas bersama teman – teman, kita sering menemui ada teman yang rajin mengerjakan tugas, ada yang fokus mendengarkan penjelasan guru. Melihat teman yang rajin atau fokus tersebut, dapat memacu semangat kita juga dalam belajar. Namun, ketika belajar dari rumah kita tidak dapat melihat semangat belajar dari teman-teman. Dengan adanya pandemi covid-19 dan sebagai penekanan untuk memutus rantai virus agar tak semakin meluas.

Jenuhnya berada di rumah bukan tidak mungkin menyebabkan anak rewel atau bahkan menangis dan merengek-rengek minta keluar. Bila sudah seperti ini, tentu orang tua harus memutar otak untuk mencari cara agar anak betah berada di rumah. Bahkan, lama-kelamaan ini bisa menimbulkan cabin fever, yaitu perasaan sedih, bosan, gelisah akibat terlalu lama terisolasi di dalam rumah. “Kapan untuk primary, kapan untuk belajar, kapan bersama untuk keluarga. Jadi hidup balance gak cuma ngerjain tugas aja, sehingga anak tidak bosan karena banyak variasi lainnya selain belajar,” ujarnya.

BERBEDA dari biasanya, metode belajar dari rumah secara daring diterapkan selama masa pandemi virus corona (covid-19). Siswa dan guru melakukan kegiatan belajar-mengajar dari jarak jauh. Mereka menggunakan aplikasi belajar atau memberikan materi melalui video conference. JAKARTA, iNews.id – Selama pandemi virus corona (Covid-19) seluruh siswa diwajibkan belajar di rumah.

Belajar di ruang terbuka bisa berdampak sangat baik untuk anak. Sebab kebiasaan untuk belajar di kamar terus menerus membuat mereka cepat bosan. Togel Online Namun, jika anak sudah mulai lelah dan tidak fokus jangan memaksa itu bisa mengakibatkan anak menjadi bosan dan kehilangan munat untuk belajar.

Anda bisa memperkenalkan pada anak resep sehat namun tetap enak untuk disantap. Misalnya, dessert berbahan oats dan buah-buahan, smoothies buah, jus sayur, atau popcorn dengan taburan keju parmesan. “Orang tua harus sering berkomunikasi dengan para guru bila ada kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah. Hal ini akan menjalin komunikasi yang baik dengan guru,” ungkapnya. Pasir anti air merupakan sebuah eksperimen sains yang menyenangkan. Karena ketika pasir anti air ini diambil dari air, pasir ini akan tetap kering dan teksturnya tetap seperti pasir tidak lengket.

Hal itu karena berbagai kegiatan, seperti bekerja, belajar, hingga beribadah disarankan untuk dilakukan di dalam rumah. “Saya terinspirasi di suasana stay at house ini program Gubernur mengajar saya rasa bisa dijalankan. Rencana saya akan saya teruskan dengan calon pemudik yang tidak mudik. Untuk mereka yang di Jabodetabek, mau saya ajak bicara agar persoalannya bisa disampaikan dan terselesaikan. Konferensi video tersebut sengaja Ganjar lakukan setelah mendapat banyak aduan dari siswa di media sosial.

Anak bosan belajar kalau dari rumah

Jika tidak didukung dengan kursi dan meja yang baik, maka anak bisa terkena penyakit kelainan tulang. Maka dari itu, pilihlah kursi dan meja belajar yang tepat agar anak bisa belajar dengan nyaman. Saya tidak khawatir, sebelum masuk saya suruh cuci tangan dulu. Bisa jadi, temper mereka turun untuk belajar karena rindu bertemu dengan teman. Janjikan pada anak, jika belajarnya sudah selesai ia bisa menemui temannya lewat video call.

Terutama dalam memberikan arahan dan pengertian kepada anak, bahwa mereka tetap harus belajar atau mengerjakan tugas seperti biasanya. Bahkan seorang netizen yang juga ibu meminta untuk menghentikan belajar on-line tersebut. Menurutnya secara psikologis anak-anak khususnya di usia Sekolah Dasar memerlukan pendidikan langsung dari gurunya. Kebijakan ini membuat belajar yang sebelumnya bertahap muka dilakukan melalui daring atau online.

Comments are closed.