Gus Muhdlor Hadiri Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Gus Muhdlor Hadiri Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

“Karena wilayah tempat tinggalnya dengan wilayah tempatnya mengajar bisa berbeda status zonanya. Tempat mengajarnya sudah zona hijau tapi tempat tinggal si guru misalnya masih zona merah,” katanya. Setelah Tahap I berjalan dengan lancar, SDN Karangtengah 1 melanjutkan ke tahab II yang telah terlaksana mulai hari senin tanggal 29 Maret 2021.

Sementara itu, enam gerai McDonald’s yang diberikan sanksi beragam mulai dari sanksi teguran, penutupan sementara 1 x 24 jam, menonaktifkan sementara aplikasi online makanan hingga pemanggilan pihak manajemen. Budhy menegaskan penegakan hukum terhadap McDonald’s berdasarkan Perda DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019. Selain itu KPU juga menghimbau agar para warga ikut terlibat bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penyelenggara Pemilu. Tahun ini, World Health Organization mengusung tema “Give blood and keep the world beating” dengan tujuan agar masyarakat dunia memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya kesehatan mendonor darah.

Pemerintah mulai menghimbau untuk sekolah tatap muka

Didu melanjutkan ditengah beratnya beban ekonomi masyarakat akibat pandemi covid 19 ini selayaknya Pemerintah segera bertindak mengatasi harga masker agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dengan benar. Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu Dispendik Surabaya menggelar uji coba tatap muka untuk siswa jenjang SMP di sekolah. “Juli nanti sudah memulai pembelajaran tatap muka. Sebelum itu, harus dipastikan guru-guru mendapatkan vaksin kedua. Sosialisasi ke orang tua harus digencarkan agar tidak ada rasa takut dan proses pembelajaran berjalan dengan lancar,” ucapnya. Pemerintah Kota Malang menghimbau pihak sekolah untuk tidak menghilangkan pembelajaran secara daring. Itu penting dilakukan, jika ditemukan siswa yang belum bisa atau diperbolehkan menjalankan sekolah tatap muka. Melansir dari Kompas.com, jika pemerintah daerah memaksakan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka, maka sama saja dengan bunuh diri masal.

Saat ini sendiri, setidaknya ada 104 kabupaten yang berada di zona hijau yang diperkenankan untuk membuka kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah. Orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka. Secara ketentuan jika dilakukan tatap muka, jam belajar tidak full, satu hari 3 jam dan siswa juga tidak full masuk kelas, siswa dibagi 50 persen, SD 14 orang dan SMP sixteen orang satu kelas. Sedangkan untuk TK dan PAUD lebih sedikit di ruangan hanya boleh diisi 5 orang saja. Di ruang kelas harus berjarak minimal 1,5 meter, ruangan juga harus bersih, siswa dan guru harus diperiksa setiap hari untuk memastikan kesehatannya, dan protokol kesehatan wajib diterapkan.

Menyikapi hal ini, Deputi Agus Sartono menegaskan bahwa Kemendikbud dan pemerintah daerah harus lebih tegas dalam memberikan himbauan pada sekolah untuk mengisi daftar periksa seperti yang tersebut di atas. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Sartono meminta setiap satuan pendidikan di tiap daerah segera melengkapi list kesiapan pelaksanaan PTM. Mulai dari administrasi seperti mengusulkan kesiapan PTM ke Disdik Provinsi Kepri, rekomendasi atau izin orang tua dan komite, kesiapan tenaga pengajar dan permohonan izin ke Satgas Covid-19 Natuna” ujar Budi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar ini mengingatkan, jika ada terindikasi, seperti lemah fisik, ia meminta kepada guru untuk tidak mengikutsertakan belajar tatap muka demi keselamatan yang lainnya.

“Sebagian besar satuan pendidikan baru menyiapkan sarana fisik saja untuk syarat penyelenggaraan PTM, sedangkan hal-hal terkait keamanan dan keselamatan warga sekolah yang rentan pada Covid-19 dan izin orang tua sebagai penentu justru belum dipenuhi,” ujar dia. Pengisian seluruh komponen dalam daftar periksa ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh satuan pendidikan supaya pemerintah dapat memantau kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan PTM. Namun, berdasarkan data terbaru, hinga saat ini, baru sebesar 45,11% satuan pendidikan yang telah mengisi Daftar Periksa Kesiapan Sekolah, sedangkan 54,89% masih belum merespon daftar periksa dimaksud.

Kediri, demonstran.com – Mempersiapkan pembelajaran tatap muka , Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan, per hari ini, Senin (24/05) telah memulai PTM di seventy two sekolah, terdiri atas 46 Sekolah Dasar dan 26 Sekolah Menengah Pertama . Selain mendapat sambutan baik dari warganet, rencana sekolah tatap muka tersebut pun mendapat sambutan yang kurang begitu baik. Kubu kontra warganet atas rencana pemerintah ini terbentuk atas dasar rasa kekhawatiran.

Orangtua juga akan diberikan kuisioner untuk mengetahui, apakah anaknya akan mengikuti belajar tatap muka atau belajar daring. Nanti kalau misalnya orangtua masih mengiginkan belajar daring maka tugasnya satuan pendidikkan tetap memfasilitasi,” katanya. Meski begitu, pihaknya tetap menghimbau agar pelaksanaan sekolah tatap muka harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan. Bandar Slot Online Tim Satgas Penanganan Covid-19 yang diwakili oleh Wiku Adisasmito, menghimbau agar pemerintah perlu mengadakan simulasi PTM sebelum PTM dilaksanakan secara masif. Senada dengan Wiku, Agus mengatakan, nantinya akan dilakukan proses simulasi PTM di tiap daerah untuk satuan pendidikan yang ditentukan berdasarkan kesiapannya, serta akan menentukan kebijakan yang akan dilaksanakan.

Ia sampaikan bahwa Komisi IV juga berencana akan melakukan pemantauan jalannya proses belajar yang telah dimulai oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu. “Kita lagi mengatur walaupuan yang masuk 50 persen itu tidak terjadi penumpukan pada saat orangtua mengantar dan menjemput . Jadi kelas kecil dan kelas besar akan kita atur masuknya supaya tidak terjadi penumpukan ortangtua. Nah yang lebih penting lagi orangtua harus memastikan pada saat keluar dari kelas atau dari sekolah itu sudah dijemput tidak boleh mereka berkontak fisik atau bermain-main dengan temannya ,” terangnya. “Jadi kalau kita sudah vaksin pertama dan kedua, artinya kita sudah tidak sungkan-sungkan lagi untuk berhadapan dengan anak-anak, karena pasti anak-anak sudah kontak dengan orang tua dan kita tidak tahu orang tuanya dari mana,” ujarnya.

Comments are closed.