Remaja Harus Menjadi Agen Perubahan Bagi Masyarakat

Remaja Harus Menjadi Agen Perubahan Bagi Masyarakat

Menteri Pendidikan Australia telah menunjukkan bahwa mereka berharap untuk melihat kembalinya sejumlah besar mahasiswa internasional ke universitas dari bulan-bulan awal tahun 2022. Hal ini akan tergantung pada keberhasilan program vaksinasi serta bimbingan kesehatan masyarakat yang menyertainya. Namun, alangkah kagetnya penulis ketika membaca sebuah berita yang dimuat di berbagai media on-line akhir-akhir ini.

Bagi mereka yang gemar melakukan touring, vaksinasi untuk mencegah penyakit yang menjadi endemi di negara tujuan disarankan untuk diberikan di luar vaksinsi dasar. Occupation, beberapa jenis pekerjaan tertentu memiliki resiko lebih tinggi untuk terinfeksi penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Misalnya pekerja kesehatan di rumah sakit seharusnya mendapat vaksinasi yang dapat mencegah mereka terinfeksi kuman rumah sakit. Dalam surat itu, PPI Dunia juga menyampaikan dukungan terhadap program vaksinasi yang dilakukan pemerintah sebagai salah satu solusi untuk memerangi COVID-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pasca vaksin.

Vaksin bagi pelajar luar negri

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, prioritas penerima vaksin yang datang pertama ini untuk tenaga medis. Moderna mengklaim vaksin produksinya memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen. Pada akhir November lalu Moderna mengaku telah mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 kepada regulator Amerika Serikat dan Eropa. Moderna meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan BPOM AS untuk penggunaan darurat. Mahasiswa asli Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan, Jember, ini ternyata sudah melaksanakan pesan Wamendag RI secara tidak langsung.

“Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota akan memastikan pelaksanaan vaksinasi PTK berjalan dengan baik sesuai arahan Presiden. Kita juga akan memperhatikan respon pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait kesiapan melaksanakan pembelajaran tatap muka”. Lebih lanjut Dr. Yaswardi menjelaskan, “vaksinasi diberikan bagi seluruh PTK dari setiap jenjang di satuan pendidikan negeri dan swasta, baik formal maupun non-formal, termasuk pendidikan keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama”.

Jika berhasil, akan memberikan prestise dan penjualan di seluruh dunia kepada industri farmasi Tiongkok yang relatif tergolong baru. Dengan digelarnya vaksinasi ini rektor juga berharap, dosen maupun tenaga pendidik dapat lebih giat bekerja dan memenuhi standar kinerja yang sudah ditetapkan, sehingga USU pelan-pelan menuju kampus world class university Daftar Togel Online . Vaksinasi massal ini melibatkan 40 tenaga vaksinator yang berasal dari Rumah Sakit USU dan Fakultas Kedokteran USU.

Dalam SKB tersebut, pemerintah mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan kesehatan ketat serta layanan PJJ. Pada 24 Februari 2021, pemerintah mulai menjalankan program vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan. Prioritas sasaran vaksinasi bagi guru dan tenaga pengajar ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mulai menjalankan pembelajaran tatap muka pada semester kedua tahun 2021. Dalam beberapa kelompok Kristen di negara Barat, adanya penolakan vaksin berasal dari penolakan ide pengetahuan ilmiah di atas nilai agama, mengingat banyak berjalannya paham sekularisme yang mereka anggap semakin menyudutkan posisi agama dalam masyarakat. Beberapa kelompok ini kemudian menentang pengetahuan ilmiah sebagai bentuk simbolis superioritas nilai agama dibanding nilai lainnya. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai ancaman bagi nilai tradisional yang dimiliki.

Ia berharap segala ikhtiar yang dilakukan dapat membuahkan hasil agar warga Kota Medan diberikan kesehatan yang semakin baik. “Yang paling penting kita pahami bersama, bahwa kita mengalami banyak persoalan sepanjang pandemi yang berlangsung selama lebih dari satu tahun ini. Dan itu semua tidak hanya kita yang mengalami, melainkan hampir seluruh negara di dunia ini. Bahkan Amerika Serikat sebagai negara maju juga mengalami kegalauan yang luar biasa di awal-awal pandemi. Kita menghadapi persoalan ekonomi yang terjun bebas dari tahun-tahun sebelumnya, dan membuat kita harus banyak berinvestasi membeli obat ketimbang harus investasi di bidang yang lainnya,” ungkap lelaki yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan FISIP USU ini. Untuk diketahui, PPD Dunia adalah organisasi pelajar Indonesia terbesar di luar negeri yang tersebar di 60 negara di seluruh dunia dengan lebih dari 75 ribu anggota.

Comments are closed.