Tanggapan Organisasi Dunia Soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Tanggapan Organisasi Dunia Soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Namun sebelum Juli 2021, Pemkot Semarang memiliki rencana untuk menentukan dua sekolah sebagai pilot project pembelajaran tatap muka. Akibat ditutupnya sekolah memaksa pemerintah untuk menjalankan proses pembelajaran jarak jauh guna mengurangi penyebaran Bandar Slot Online Covid-19 dan juga pendidikan tetap berjalan. Metode PJJ ini banyak sekali menimbulkan berbagai macam pro dan kontra dari berbagai pihak. Banyak yang mengeluh akan susahnya sistem PJJ ini dan tidak sedikit pula menerima sistem ini dengan sukacita.

Kementerian Kesehatan sendiri menargetkan semua guru akan divaksin sebelum sekolah tatap muka dimulai. Meski begitu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendukung rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada Juli 2021. Namun, dalam pelaksanaannya, Budi menekankan harus ada standar protokol kesehatan.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

Disarankan agar orang tua mengajari anak mencuci tangan sambil menyanyi dengan durasi sekitar 20 detik. Nadiem menegaskan sekolah tidak bisa memaksa murid yang orang tuanya tidak memberikan izin untuk belajar di sekilah sehingga mereka tetap diperbolehkan untuk belajar dari rumah. Selain itu, Anies akan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan para ahli kesehatan dan ahli pendidikan terkait tatap muka sekolah. Misalnya, orang tua, ada tiga anaknya yang bersekolah, sementara alat-alatnya tidak mencukupi, maka itu menjadi rebutan.

Tuk perguruan tinggi boleh diselenggarakan kuliah tatap muka tetapi harus mematuhi SOP Covid-19 & dipantau secara ketat. Warga Tangerang Selatan ini khawatir anaknya yang baru memasuki usia 5 tahun tak bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik sehingga rentan tertular Covid-19. Sawitri memiliki seorang anak yang kini duduk di kelas 3 sekolah dasar di Tangerang Selatan. “Jika tidak, sekolah dapat berkoordinasi dengan dinas perhubungan di daerahnya untuk menyediakan sarana transportasi khusus siswa sekolah, tidak bercampur dengan masyarakat umum.”

“Mulai sekarang sekolah harus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat,” kata Nadiem. Nadiem Makarim menjelaskan, relaksasi pembukaan sekolah dilakukan dengan cara paling konservatif, dan cara terpelan untuk membuka sekolah sehigga mengutamakan kesehatan masyarakat. Semoga wabah corona segera sirna dan roda kehidupan termasuk dunia pendidikan kembali normal. Orang tua dituntut dapat beradaptasi dan juga aktif dalam mendukung kegiatan PJJ ini. Setiap harinya anak-anak harus menunggu guru mata pelajaran mengirimkan materi ataupun penugasan dari grup Whatsapp ataupun email dengan menggunakan gawai atau laptop computer yang ada di rumah masing-masing.

Sekarang kebanyakan sekolah memilih untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar secara daring atau balajar dari rumah . Ia menyarankan jangan dimulai dulu belajar tatap muka di sekolah, sebelum vaksin dinyatakan siap. Selain itu, peserta didik dan tenaga pendidik wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker bedah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak minimal 1,5 meter, dan tidak melakukan kontak fisik, dan menerapkan etika batuk atau bersin.

Menurut saya, hal ini tidak bisa dilaksanakan secara buru-buru karena Covid-19 merupakan hal yang serius. Tidak ada yang menduga bahwa sebuah virus akan mengubah cara manusia menjalani hidup, termasuk cara bersekolah. Pandemi Covid-19 seolah “memaksa” guru, murid, dan orang tuanya untuk mengandalkan teknologi agar proses switch ilmu dapat terus berlangsung. Sayangnya, penggunaan teknologi semacam ini ternyata tidak sepenuhnya bisa menggantikan pembelajaran tatap muka.

Comments are closed.